Prof Dr. Jasruddin M.Si : PT Tidak Berkinerja Jika Akreditasi Prodi Delapan Tahun Tidak Berubah

WARTALLDIKTI9.COM, BATAM – Perguruan Tinggi (PT) tidak berkinerja jika nilai akreditasi prodi nilai B selama delapan tahun tidak mengalami perubahan menjadi A.

Demikian halnya kalau ada prodi dengan nilai akreditasi C juga tidak berubah dalam delapan tahun itu berarti kinerja PT memalukan.

Demikian pemaparan materi Kepala LLDIKTI IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin, M.Si kepada peserta Rakerwil 2019 LlDIKTI IX Sulawesi di Pulau Batam, Senin malam (22/4/2019).

Pencapaian akreditasi prodi sangat menentukan dalam akreditasi institusi perguruan tinggi. Jika PT ingin meraih nilai akreditasi institusi A maka akreditasi prodi minimal 50 persen meraih nilai A dari BAN-PT.

Sejumlah kebijakan telah disiapkan LLDIKTI IX guna meningkatkan pencapaian akreditasi prodi dan institusi.

Pihak LLDIKTI IX telah mempersipkan tim pendamping akreditasi dengan anggota tim berasal dari dosen dan guru besar di jajaran LLDIKTI IX, beberapa di antara mereka adalah asesor dari BAN-PT, tandas Prof Jas.

Kesempatan itu juga diwacanakan untuk melakukan penerimaan bersama mahasiswa bagi bagi beberapa PTS.

Penerimaan bersama ini akan memberi kesan, PTS tidak lagi hanya mendapat sisa-sisa saringan mahasiswa dari PTN, tegasnya.

PTS kata mantan Direktur PPs-UNM ini, bagus merintis program KKN Internasional, seperti pengiriman praktek pada rumah sakit standar internasional atau pada dunia industri.

Jika sudah selesai praktek akan diberikan sertifikat atau surat keterangan yang dapat dipakai sebagai pendamping ijazah dalam melamar kerja.

‘’ Jangan lagi KKN anak mahasiswa kita di kampung hanya cat-cat pagar dan dinding rumah serta kalau malam hari hanya pergi stom ikan di sungai ‘’ , ungkap doktor ilmu fisika PPs-ITB ini.

Pada saat memaparkan materinya ini, Prof Jasruddin didampingi moderator, Prof Dr Muhibuddin, M.Si.

Rakerwil 2019 LLDIKTI IX Sulawesi di Batam berlangsung 22-24 April 2019 di Nagoya Hill Hotel.

Demikian Humas Rakerwil 2019 LLDIKTI IX Sulawesi, Muhammad Yahya melaporkan. (ma’ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *