UMI Siap Membuka Program Pendidikan Jarak Jauh

WARTALLDIKTI9.COM – Memenuhi permintaan stakeholder dari beberapa Propinsi dan Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan untuk dapat kuliah di Universitas Muslim Indonesia sebagai Penyelenggara Pendidikan Tinggi yang Berkualitas dan Pertama Terakreditasi ‘A’ Unggul, di Luar Pulau Jawa dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Universitas Muslim Indonesia terus berbenah menyiapkan diri membuka program pendidikan jarak jauh. Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si., mengundang Tim Pembukaan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Dikomandani Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LMP) dan Ketua Program Studi yang terakreditasi ‘A’ untuk Rapat  Pembahasan Teknis Persiapan Pembukaan PJJ (28/5/2019), di ruang Rapat Senat, Menara UMI Lt.9 yang dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Hanafi Ashad, MT.

Sebelumnya, telah dilaksanakan pertemuan dengan Rektor Universitas Terbuka di Jakarta bersama Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof. Dr. Jasruddin, M.Si.

Juga hadir Wakil Rektor I, Bidang Akademik, Dr. Ir. Hanafi Ashad, MT dan Wakil Rektor V, Bidang Kerjasama, Prof. Dr. Ir. H. Hatta Fattah, MS., untuk membahas persiapan teknis pembukaan PJJ.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE., M.Si dalam arahannya mengatakan bahwa UMI merupakan PTS di wilayah IX Sulawesi yang memiliki kelayakan untuk pembukaan program pendidikan jarak jauh.

Pembukaan program studi PJJ merupakan penambahan jumlah program studi pada perguruan tinggi yang memiliki izin pendirian dan telah memiliki program studi tatap muka sama jenjang dan jenis.

Sesuai Permenristekdikti No. 58 Tahun 2018, pendidikan jarak jauh bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan.

Lebih lanjut dikatakan, mengutip pernyataan Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Patdono Suwignjo, bahwa sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan sistem pendidikan yang memiliki daya jangkau luas lintas ruang, waktu, dan sosio ekonomi yang mampu membuka akses terhadap pendidikan berkualitas bagi siapa, dimana dan kapan saja.

Dengan program ini, diharapkan dapat menjadi salah satu kontributor terhadap cita-cita pencapaian target nasional Angka Partisipasi Kasar (APK) di pendidikan tinggi Tahun 2022-2023.

Persyaratan pembukaan program pendidikan jarak jauh (PJJ), sama dengan membuka program studi baru. Memiliki beberapa persyaratan dan harus ada rekomendasi dari LLDIKTI untuk diajukan ke Menristekdikti. PJJ harus memiliki dosen sebanyak 5 orang yang tidak berhomebas di program S1 maupun S2.

Demikian juga tenaga kependidikan, khusus bertugas untuk program studi PJJ. Selain itu dosen dan tenaga kependidikan harus memiliki komitmen dan siap melayani 1 x 24 jam, misal, ada pertanyaan mahasiswa, jam berapapun.

Maka dosen harus memberikan pelayanan atau penjelasan sekaitan dengan mata kuliah yang diampuh. Karena itu pertemuan ini kita akan melihat kemampuan kita dari program studi yang siap untuk program PJJ tanpa mengabaikan program studi yang sudah berjalan.

Selain itu, memiliki paling sedikit 5 (lima) mata kuliah penciri program studi yang disediakan secara daring dan dapat diakses pada saat penilaian, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim yang juga Ketua LPM UMI, Prof. Dr. Ir. H. Abdul Makhsud, DEA melaporkan bahwa dari hasil evaluasi, maka ada tujuh program studi dalam lingkup UMI yang siap membuka program PJJ, yakni;

Program Studi Manajemen (S-1), Akuntansi ( S1 dan S2),  Hukum (S2) Agoteknologi (S-1) Budidaya Perikanan (S-1), Pendidikan Agama Islam (S-2). (ma’ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *