Prodi Ilmu Sosiologi PPs UNM Melakukan Kegiatan PKM di SMP Negeri Duampanua Pinrang

WARTALLDIKTI9.COM – Pengembangan profesionlisme guru merupakan suatu kegiatan yang harus dilakoni oleh seorang guru dalam rangka mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan.

Guna meningkatkan mutu baik bagi proses belajar belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan.

Salah satu kegiatan pengembangan profesionalisme guru yang banyak menjadi sorotan adalah penyusunan karya tulis ilmiah (KTI).

Seiring dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang menyatakan bahwa menulis karya ilmiah merupakan syarat mutlak yang harus dilaksanakan oleh seorang guru yang profesional.

Berangkat dari hal tersebut, Program Studi Ilmu Sosiologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar melakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (LPPM UNM).

Dengan judul “PKM Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah” di SMP Negeri 1 Duampanua Kabupaten Pinrang, Jumat-Minggu, 28-30 Juni 2019.

Kegiatan PKM ini, dikhususkan kepada para guru SMP Negeri 1 Duampanua Kabupaten Pinrang, yang selama ini masih mengalami kesulitan kenaikan pangkat karena adanya persyaratan menullis karya tulis ilmiah.

Ketua pelaksana dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si beserta anggota pelaksana yakni;

Sirajuddin Saleh, S.Pd., M.Pd, Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. dan Andi Tenri Pada Agustang, S.Sos., M.Pd.
Ketua pelaksana kegiatan PKM ini, Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si, mengatakan bahwa;

Dari hasil observasi awal ditemukan bahwa masih bayak guru di SMP Negeri 1 Duampanua tidak bisa menuyusun karya tulis ilmiah (KTI).

Karena kurang pengetahuan dan kemampuan akibatnya banyak guru yang masih mengalami kesulitan kenaikan pangkat karena adanya persyaratan menulis karya tulis ilmiah.

“Masih banyak guru di SMP Negeri 1 Duampanua yang belum mampu menulis karya ilmiah sehingga tidak bisa naik pangkat”, ucapnya

Lebih lanjut, Andi agustang mengatakan bahwa membuat karya ilmiah bagi guru memang tidak mudah, selain karena rendahnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam menulis karya tulis ilmiah (KTI) juga karna beban mengajar minimal 24 jam perminggu.

Serta tugas yang diemban sebagai pendidik dan pengajar cukup berat ditambah peran guru dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang menumpuk.

Sementara itu, Syamsir, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah sangat merespon kegiatan PKM tersebut dan berharap agar kegiatan PKM seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Mengingat kegiatan PKM ini memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan profesionalisme guru khususnya dalam menyusun karya tulis ilmiah.

Sebab para guru dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi, memilih dan merumuskan topik dan judul karya tulis ilmiah (KTI) serta menyusun kerangka tulisan (outline) karya tulis ilmiah (KTI). (ma’ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *