Mahasiswa Cantik UNISA Palu Ini Kuliah Sambil Jual Nasi Keliling

WARTALLDIKTI9.COM – PALU, Raut wajahnya menggambarkan letih. Ayunan kakinya juga terlihat gontai memapah tubuh mungilnya, tapak demi tapak berpayung terik mentari Palu.

Di tangan halusnya, ia masih memeluk nampan yang berisi nasi kuning yang belum habis terjual.

Afrianti Usman, nama gadis cantik berhijab itu. Busana yang dikenakannya sederhana, tidak ada polesan lipstik di bibirnya, apalagi riasan bedak tebal di wajah dan lukisan alis di atas matanya. Ia terlihat natural.

Langkah kaki Afrianti terus menyusuri koridor kampus sambil menawarkan jajanannya dengan senyum tersungging di bibir, menarik iba calon pembeli.

Bagi warga kampus Universitas Alkhairaat (Unisa), gadis itu bukanlah sosok yang baru karena saban hari dia berkeliling menjajakan nasi kuning pada siapa saja yang ditemuinya di kampus itu.

Hari demi hari dijalani mahasiswi asal Paleleh Barat, Kabupaten Buol itu tanpa malu.

Tak hanya di lingkungan kampus Unisa, ia bahkan rela berjalan kaki menjajakan jualannya hingga ke kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jalan Diponegoro Palu, beberapa ratus meter dari Unisa.

Bahkan, anak pertama dari empat bersaudara, pasangan Saprudin Usman dan Alia itu, juga sering terlihat berjualan hingga ke Pasar Inpres Manonda.

“Sambil kuliah saya jualan keliling pak, Kalau puasa kemarin, saya jualan kurma. Di luar bulan puasa, saya jualan nasi bungkus dan nasi kuning, ” katanya, Rabu (28/08).

Saat ini, Afrianti tengah menjalani studi di Fakultas Agama Islam (FAI), Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Unisa, sejak Tahun 2015.

Ia sudah menyelesaikan satu tahapan penting dalam studinya, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN), Maret hingga April 2019 lalu di Desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tombusabora.

Mahasiswa pemegang nomor stambuk 153121014 memiliki tekad yang kuat untuk membahagiakan kedua orang tuanya di kampung. Baginya, pantang pulang sebelum meraih gelar sarjana.

“Itulah alasan kenapa saya rela melakukan pekerjaan ini, yang mungkin sebagian mahasiswa malu melakukannya,” katanya.

Sebab bagi dia, cobaan hidup yang dilalui sekarang, merupakan cara Allah menyayangi dirinya. (iwan laki).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *