Meneropong Daerah yang Akan Berpeluang Melawan Kotak Kosong Pada Pilkada 2020 di Sulawesi Selatan

Hasruddin Nur, S.Pd., M.Pd

(Mahasiswa Program Doktor Sosiologi PPs-UNM Makassar, Dosen Muda Universitas Sawerigading Makassar)

WARTALLDIKTI9.COM –  Pesta demokrasi yang akan dilakukan secara serentak pada tahun 2020 akan dilaksanakan sebanyak 270 daerah. Hal ini membuat atmosfer politik di awal tahun 2020 semakin memanas.

Dari 270 daerah yang akan melakukan pilkada serentak dimana ada 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pilkada Serentak 2020 seharusnya diikuti 269 daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar diulang pelaksanaannya hal ini dikarenakan pada tahun 2018 lalu kotak kosong menang dalam prosesi pilkada di Kota Makassar.

Terkhusus untuk di Sulawesi Selatan, pesta demokrasi akan diikuti sebanyak 11 Kabupaten dan 1 Kotamadiya. Pilkada akan digelar di Kota Makassar dan sebelas kabupaten di Sulsel.

Masing-masing, Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkajene Kepulauan, Soppeng, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Menelisik dari 12 daerah yang akan mengikuti pilkada, yang menjadi pertanyaannya apakah ada daerah yang akan melawan kotak kosong pada pilkada 2020 nantinya???

Berdasarkan dari hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey, maka yang berpotensi untuk melawan kolom kosong ada 2 daerah yaitu, Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Gowa. Hal ini dapat kita lihat dengan elektabilitas para kepala daerah yang menghampiri 80 %.

Untuk di Kabupaten Soppeng, incumbent memiliki elektabilitas yang cukup tinggi (Kaswadi Razak), kebanyakan masyarakat soppeng merasakan langsung dengan apa yang dia lihat. Kaswadi mampu mengubah wajah kota soppeng yang semakin indah.

Meskipun dari peningkatan sektor lain tidak terlalu mendominasi. Tapi ada hal yang orang lihat dan rasakan langsung. Sehingga tidak banyak kandidat yang mendominasi untuk maju dalam kontekstasi pilkada di Kabupaten Soppeng.

Pada kabupaten Gowa, masyarakat menilai Adnan cukup berhasil untuk memajukan Gowa. Sehingga kandidat yang muncul juga tak akan mampu mengimbangi kekuatan petahana.

Disisi lain ada bentuk kekhawatiran tersendiri dengan calon tunggal yang akan lahir pada pesta demokrasi di 2020 nantinya. Dengan munculnya calon tunggal, maka bisa dikatakan bahwa para partai politik kurang mampu untuk menghadirkan kader parpol yang mempuni dan kurang memiliki jiwa leadership terhadap masyarakat serta tingginya mahar dalam pencalonan pimpinan daerah. Hal inilah yang mampu mempengaruhi tingkat demokrasi yang ada di Indonesia.

Kita berharap pada pilkada 2020 yang akan berlangsung di Sulawesi Selatan berlangsung dengan aman serta dapat memberikan pendidikan politik yang positif bagi masyarakat dan mampu melahirkan pimpinan daerah yang akan memajukan daerah masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *