Dosen UMI Beri Bimbingan Bahasa Inggris ke Pa Bentor di Benteng Rotterdam

WARTALLDIKTI9.COM –  Dua orang dosen Fakultas Sastra UMI, Drs. Abdollah, M.M.,M.Pd. sebagai ketua and Dr. Muhammad Yunus, S.S.,M.Pd. sebagai anggota beberapa bulan yang lalu melaksanakan pengabdian pada masyarakat di sekitar wilayah Fort Rotterdam Makassar.

Kedua dosen tersebut memberikan bimbingan percakapan bahasa Inggris kepada dua orang Pak Bentor yang pekerjaan sehari-harinya mengangkut pengunjung Benteng Fort Rotterdam. Pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung dari tanggal 22 Juli sampai dengan 22 Oktober 2019.

Kegiatan pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Desa sesuai yang ada di lapangan meliputi pembinaan bahasa Inggris jasa transportasi bentor bagi para Pak Bentor di sekitar wilayah Benteng Fort Rotterdam Makassar.

Untuk kegiatan pembinaan Bahasa Inggris dibuka bersama secara resmi oleh Ketua dan anggota Tim pengabdi dengan materi di antaranya penawaran jasa transportasi bentor, ongkos bentor, tempat-tempat yang akan dikunjungi, seperti tempat makan pisang epe, tempat oleh-oleh khas Makassar, pusat pertokoan, serta beberapa tempat menarik lainnya.

Selanjutnya kalimat-kalimat pembukaan. Kemudian ungkapan-ungkapan dalam sapaan seperti selamat pagi, siang, dan malam serta hal-hal yang dapat dibantu oleh Pak Bentor.

Materi bimbingan bahasa Inggris terdiri dari beberapa rangkaian; pertama penawaran jasa transportasi bentor dan ongkos bentor. Kemudian diberikan materi yang terkait dengan tempat-tempat yang akan dikunjungi, seperti tempat makan pisang epe, tempat oleh-oleh khas Makassar.

Selanjutnya, materi-materi yang terkait dengan ungkapan-ungkapan sapaan seperti selamat pagi, siang, dan malam serta hal-hal yang dapat dibantu oleh Pak Bentor.

Metode yang digunakan dalam pembinaan bahasa Inggris yaitu metode audiolingual. Dasar pemikiran metode ini mengenai bahasa, pengajaran, dan pembelajaran bahasa adalah bahwa bahasa adalah lisan, bukan tulisan; bahasa adalah seperangkat kebiasaan; ajarkan bahasa dan bukan tentang bahasa; bahasa adalah seperti yang diucapkan oleh penutur asli; bahasa satu dengan yang lainnya itu berbeda.

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, aspek keterampilan bahasa yang dikembangkan hanya berkisar pada mendengar dan berbicara. Jadi pengabdi pertama-tama memperlihatkan contoh dengan berperan sebagai Pak Bentor kemudian sekaligus berperan sebagai wisatawan asing. Kemudian, dialog inilah yang diperaktekkan antara pengabdi dan Pak Bentor secara berulang-ulang hingga Pak Bentor mampu menggunakannya sendiri dialog tersebut.

Melalui pelatihan ini, Pak Bentor sangat berterima kasih kepada para pengabdi, dan mereka memberikan apresiasi terhadap para pengabdi yang rela meluangkan waktunya untuk membimbing mereka.

Harapannya semoga kegiatan semacam ini terusberkelanjutan sehingga dapat bermanfaat terhadap para Pak Bentor yang bermukim di sekitar wilayah Benteng Fort Rotterdam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *