Antibodi SAH Vs CORONA (Suatu Refleksi Diri)

Oleh : Bambang Roesmono
Dosen Pendidikan Tenaga Kesehatan Persyarikatan Muhammadiyah.

Berita tentang orang yang terpapar virus corona semakin tinggi, tiap hari jumlah orang yang terpapar virus corona terus bertambah, terakhir adalah Bupati Karawang Jawa Barat yang resmi diberitakan positif terpapar covid-19.

Pandemi Covid-19 yang terjadi dibelahan dunia, telah menyebabkan terganggunya aktifitas perekonomian dibeberapa daerah dan negara.

Kebijakan tentang Lockdown, Social Distencing, dan tetap tinggal dirumah merupakan langkah-langkah demi mencegah paparan virus corona, atau memutus tali rantai perkembangan sel-sel virus corona.

Peningkatan Daya Tahan Tubuh seseorang adalah senjata utama melawan keganasan virus corona tersebut.

Perilaku masyarakat agar dapat menghindari kerumunan atau sosial distensing masih susah dikendalikan.

Masyarakat masih kurang sadar dengan himbauan pemerintah agar tetap tinggal dirumah saja daripada keluar rumah untuk menghindari masuk dalam kerumunan massa, seperti di Mall, tempat-tempat hiburan, pasar-pasar rakyat, dan sebagainya.

Virus corona yang disebarkan melalui “droplet” tersebut bisa dihindari apabila kita tidak berdekatan satu sama lain, atau berada dalam kerumunan. Seseorang yang terpapar dengan virus corona sangat susah diketahui diawal-diawal terpapar virus tersebut.

Gejala awal yang menyerupai flu biasa dengan batuk atau bersin, sehingga sangat susah apabila seseorang terpapar atau tidak. Batuk dan bersin adalah reaksi wajar sesorang untuk melawan atau melemparkan virus atau benda asing yang masuk dalam tubuh seseorang.

Sehingga apabila kita pada jarak antara 1-1,5 meter dari seseorang yang batuk dan bersin, atau berdekatan dengan seseorang, maka paparan virus tersebut dapat tercegah. Hindari kerumunan atau sosial distensing, salah satu keputusan yang bijak demi memutus rantai paparan virus corona.

Stay at Home (SAH) adalah program untuk tetap tinggal dirumah dengan tetap bekerja sesuai yang biasa dilakukan sehari-hari.

Seorang dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan mahasiswanya dapat dilakukan di rumah masing-masing melalui pembelajaran daring, sehingga kegiatan transfer of knowledge tetap dapat dilaksanakan.

Begitu juga, seorang kepala kantor apabila ingin menyampaikan kebijakan atau perintah kepada bawahannya, bisa melalui teleconferense atau media daring.

SAH bukan berarti akan membuat aktifitas sehari-hari menjadi berhenti, bukan juga membuat seseorang jadi stress atau jenuh, bukan berarti kegiatan ibadah keagamaan jadi berhenti.

Olah pikir, olah aktifitas diri, tetap bisa dijalankan dari rumah. Melalui SAH, seseorang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Senjata utama dalam memerangi keganasan virus corona adalah antibodi.

Terbentuknya antibodi yang berasal dari proses sistem kekebalan tubuh sesorang berlangsung setelah 14 hari terserang virus. Setelah 14 hari, tubuh akan mengeluarkan antibodi, dan merekam proses perlawanan tubuh terhadap virus tersebut.

Chip memory tubuh akan akan memberi tahu apabila ada serangan virus itu lagi. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi untuk melawan agresi racun tubuh yang bernama virus dan bakteri, kedalam tubuh seseorang.

Sel darah putih tersebut yang membuat senjata antibodi untuk bertarung melawan racun tersebut. Itulah yang dinamakan Sistem Kekebalan Tubuh. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang terganggu antara lain : “kontaminasi udara, lingkungan tempat tinggal yang kotor, kurang olahraga, makan makanan yang tidak sehat dan bergizi, kurang tidur, stress, minuman beralkohol, dan merokok”.

Dengan seseorang selalu membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Selalu membersihkan diri, badan dan lingkungan, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja dan makan, tidak merokok, olahraga secukupnya, kurangi stress dengan tidur yang cukup dan beribadah, tingkatan asupan vitamin C baik melalui supplement atau makan makanan sehat dan seimbang yang merupakan program dari dulu, yaitu : makan dan minum “4 Sehat 5 Sempurna”.

Tetap tinggal dirumah (Stay at Home/SAH) dengan mengedepankan PHBS agar dapat tubuh meningkatkan system kekebalan tubuh dan terbentuk antibody, maka kita semua dapat mengakhiri pandemi covid-19 dengan memutus rantai kembang biak virus corona.

Lakukan PHBS dengan SAH dengan sadar, tertib, dengan tetap beribadah sesuai agama kita masing-masing. Ayo lawan virus corona dengan SAH Antibodi.

Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *