Pendidik di Era Covid-19 Sebaiknya Terapkan Filosofi Bugis Riyoloi Na patiroang, Ritenggai Naparagara, Rimunriwi Napaampiri

WARTALLDIKTI9.COM,MAKASSAR.— Sosok pendidik di era Covid-19, sebaiknya menerapkan filosofi Bugis riyoloi napatiroang, ri tengngai naparagara, rimunriwi napaampiri, (didepan memberi petunjuk, di tengah menghibur, di belakang mengarahkan).

Demikian ditegaskan Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr.H.Andi Sukri Syamsuri,.M.Hum, saat jadi nara sumber pada Webinar Pendidikan Nasional yang dilaksanakan SMP Muhammadiyah Rappang, Sabtu-Senin (10-12/10/2020).

Dijelaskan, seorang pendidik dan pemimpin ketika berada di depan maka ia akan memberi petunjuk dan teladan, saat di tengah (sedang berada di antara anak didik atau yang dipimpinnya maka ia akan menghibur dan menyemangati/memotivasi.

Dan ketika sedang berada di belakang maka seorang pendidik dan penguasa akan selalu mengarahkan akan didik atau yang di pimpin, ungkap Mahasiswa Teladan RI 1993

Webinar kali ini menggunakan aplikasi Zoom mengusung tema, Arah Pendidikan Indonesia Dimasa Pandemi Covid-19.

Webinar mengundang pembicara para pakar bidang pendidikan ini, Dr Andis membawakan makalah berjudul, Strategi Peningkatan Produktifitas dan Profesionalisme Guru di Masa Pandemi.

Pada makalahnya ditegaskan, dimasa adaptasi kebiasaan baru era pandemi Covid-19, pendidik sebagai pengajar diharapkan mampu menguatkan dan memodifikasi kembali pembelajaran bersifat praktis, kata Sekretaris Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Sulsel ini.

Penguatan dan modifikasi itu dapat dilakukan pada minat dan perhatian dalam mengajar adalah keahlian menumbuhkembangkan minat dan perhatian peserta didik kepada bahan pelajaran yang disajikan pendidikan.

Apersepsi, pada dasarnya adalah bahan pelajaran yang sebenarnya sudah dimiliki oleh peserta didik untuk dijadikan perangsang bagi peserta didik dalam menerima pelajaran baru, ungkap Timsel Anggota KPU Sulsel Pemilu 2019 ini.

Motivasi, merupakan alasan yang mendasari atau dorongan menyebabkan seseorang mau mengerjakan suatu pekerjaan, tegas Tim Penyelia PPG Kemenristekdikti RI

Kompetensi pendidik pada masa adaptasi kebiasaan baru ada beberapa perlu diperhatikan yakni;pertama, keterampilan berfikir kritis dan pemecah masalah dalam artian, pendidik diharapkan mampu meramu pembelajaran dan mengekspor kompetensi kepada peserta didik.

Kedua, kompetensi komunikasi dan kolaborasi, pendidik memiliki kemampuan berbasis teknologi informasi sehingga pengajar dapat menerapkan kolaborasi dalam proses pengajaran, tegas penulis buku Pelestarian dan Pemertahanan Bahasa dan Sastra Bugis ini.

Ketiga, kemampuan berfikir kreatif dan inovatif, diharapkan ide ide baru dapat diterapkan pengajar dalam proses pembelajaran sehingga memacu siswa berfikir kreatif dan inovatif, ungkap Timsel Anggota KPU Sulsel Pemilu 2019 ini.

Keempat, literasi teknologi dan informasi, pengajar diharapkan mampu memperoleh banyak referensi dalam pemanfaatan teknologi dan informasi guna menunjang proses belajar mengajar, kata Sekretaris Umum Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) ini.

Nara sumber lainnya dalam webinar nasional itu, Kadis Pendidikan Sulsel, Prof Dr.Muh Jufri, M.Psi, M.Si.Kepala LPMP Sulsel, Dr. H Abd Halim Muharram, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidrap, Dr.Jamaluddin Ahmad Lado, M.Si, Dosen Unismuh Sidrap, Dr. Andi Asrifan, M.Pd dan Dosen Unasman Polman, Dr. Muthmainnah, S.Pd,M.Pd. (ulla/yahya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *