Dr. Adriani G.A.Tobondo, S.Sos, MA: Perbanyak Diskusi dengan Dosen dan Mahasiswa

Citizen Reporter

Laporan : Marlinna Burengge
Mahasiswa Manajemen UNKRIT
Magang di Majalah Cerdas LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi

WARTALLDIKTI9.COM – Menjadi dosen di Universitas Kristen Tentena (UNKRIT), sangat berbeda dari menjadi dosen di perguruan tinggi lainnya

Inilah yang di alami dosen sekaligus Pembantu Rektor I UNKRIT,  Dr. Adriani G. A. Tobondo, S. Sos.,MA yang lebih akrab dengan nama panggilan Donny.

Pria yang lahir di Poso,  16 Oktober 1981, dengan latar pendidikan S1- Ilmu sosial, UKSW 2006, S2-sosiologi kebijakan dan kesejahteraan sosial,UGM 2009, S3- studi pembangunan, UKSW 2015.

Dia merupakan lulusan terbaik UGM 2009 dan lulusan doktor terbaik UKSW 2015, meraih jabatan fungsional asisten ahli kemenristekdikti – LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, dan penghargaan sebagai Reviewer Emerald Publishing 2016.

Di UNKRIT Donny berproses dan situasi serta kondisi internal yang membuatnya terlatih untuk meningkatkan atau mengembangkan potensi.

Terkadang Donny sedih apabila mahasiswa diabaikan dan sedih apabila mahasiswa tidak sadar atas tanggung jawab yang diberikan orang tua, masyarakat, dan negara.

Melalui tugas belajarnya di perguruan tinggi, serta sangat sedih jika dosen tidak punya totalitas yang utuh sebagai dosen atau sebagai masyarakat.

Namun, dia tidak menyerah begitu saja. sehingga untuk meningkatkan kualitas kerja ia menyusun strategi dengan cara banyak melakukan sharing dengan rekan dosen yang lebih senior.

Biasanya dia memperbanyak diskusi dengan dosen-dosen senior seperti, Dr Muhammad Yahya, M.Si dari Universitas Sawerigading, Prof. Imran Musa dari Universitas Negeri Makassar.

Prof. Praktikno dari Universitas Gajah Mada, Pak Pamerdi dari Universitas Kristen Satya Wacana dan beberapa dosen senior lainnya, ia juga biasanya sharing dengan beberapa dosen di UNKRIT bahkan sharing juga dengan mahasiswa.

Setelah sharing dia mencari bahan-bahan dokumentasi seperti video terkait ulasan mengajar dan banyak belajar dari video tersebut dan juga dengan membaca beberapa artikel terkait teknik belajar.

Disitulah mulai menyusun materi perkuliahan. Biasanya ketika di akhir semester, pada pertemuan ke-10 meminta feedback (penilaian) kepada mahasiswa di kelas kuliahnya, agar semua itu menjadi bahan evaluasi diri.

Sebagai dosen, tugas tambahan berpengaruh besar terhadap intensitas ini. Donny berpikir mereka ibaratnya pejabat administrasi seperti rektor, para pembantu rektor, para dekan, para kaprodi atau pun para kajur. Terkadang kapasitas pejabat administrasi menjadi penghambat.

Akan tetapi iya selalu syukuri semuanya itu, dan beberapa hari yang lalu baru saja melakukan beberapa kegiatan penelitian mandiri dan pengabdian kepada masyarakat.

Seperti di SMA GKST 1 Tentena,  di sekolah ini, komunitas menugaskan  untuk melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat sekolah yaitu pelaksanaan bimbingan teknis (BIMTEK) penerbitan sekolah.

Selain itu, Donny juga memuat kegiatan lain terkait pengabdiannya kepada masyarakat, dengan mendirikan komunitas yang dinamakan Creativepotato.

Komunitas ini  merupakan salah satu unit usaha atau unit minat bidangnya yaitu creativepotato publisher, “kami punya tekad menjadi pelayan untuk pendidik baik untuk guru maupun dosen”.

Kami sangat berharap LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dapat membantu mensosialisasikan tekad kami untuk menjadi pelayan bagi pendidik” ungkapnya.

Menurut beliau cara menilai profesi sebagai dosen itu adalah dari mahasiswa sendiri, mahasiswa mengetahui  mana yang benar-benar dosen, mulai dari cara mengajar, intensitas kuliah (sering masuk atau sering tidak masuk), pengetahuan dosen dan lain sebagainya.

“Kapan-kapan mampir saja di gubuk untuk melihat koleksi buku saya, intinya buku yang saya miliki sudah mendukung membuat perpustakaan pribadi dan melayani mahasiswa” katanya.

Tentunya dari sini sudah dapat dilihat bahwa dia sangat senang mengoleksi buku, kadang jika keluar kota agak lama menyempatkan diri menambah koleksi bukunya itu, dan juga sering membeli buku-buku secara online.

Takut akan Tuhan adalah sumber segala ilmu pengetahuan menjadi motto dari beliau, dengan menjunjung harapan kiranya Tuhan selalu menyertai pekerjaan beliau sebagai dosen juga menyertai para dosen lainya agar senantiasa melayani dengan ketulusan dan kejujuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *