Alumni Agroteknologi UNASMAN Wakili Indonesia Ke India

WARTALLDIKTI9.COM – Tujuh perwakilan penyuluh pertanian dari tujuh pulau besar di Indonesia berkunjung ke India dalam rangka melakukan studi banding terkait pengembangan teknologi informasi.

Keberangkatan 7 penyuluh Indonesia ini dilepas oleh Kepala Pusluhtan, Siti Munifah di Jakarta, mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI Momon Rusmono pada Minggu (16/06/2019).

Saat ini rombongan masih berada di India.Harming menjadi salah satu penyuluh wanita yang berasal dari Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat ikut menjadi peserta studi banding ke India.

Harming merupakan almuni Program Studi Agroteknologi Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) tahun 2017.

Keikutsertan Harming mawakili Pulau Sulawesi setelah dirinya ditunjuk oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam sebuah acara pertemuan di GOR Sudiang Makassar, Sulsel pada Rabu (10/4/2019) lalu.

Terpilihnya Harming diantara ribuan peserta perwakilan Sulawesi saat itu merupakan prestasi sekaligus bonus yang pantas didapatkan.

Pasalnya, Harming sudah mengabdikan diri menjadi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) di Kecamatan Bumal dan Tabulahan Kabupaten Mamasa.

Terpilihnya Harming juga membuktikan bahwa kemampuan berdedikasi dan berprestasi tidak lagi didominasi oleh Perguruan Tinggi ternama.

Menurut Ketua Prodi Agroteknologi Unasman, Harli A. Karim “ memberikan apresiasi kepada alumninya yang mampu berprestsi di lingkungan kerja masing-masing”.

Harli berjanji akan mengundang Harming untuk hadir di Unasman untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya.

Kata Harli sebelum berangkat Harming sempat berkomunikasi dengan saya. Menurut Harming sangat berterima kasih kepada Unasman dan Pemda Mamasa.

“Ada banyak hal yang kami akan dapatkan saat studi banding ke India mulai dari pengalaman perjalanan hingga ilmu tentang pertanian yang sekiranya dapat diaplikasikan di negara kita,” ungkapnya.

“Menteri Pertanian memberikan juga apresiasi atas kinerja para penyuluh dan peneliti di Indonesia, sehingga memberikan bonus kepada perwakilan penyuluh dan peneliti pertanian untuk melakukan studi banding ke India.

Negara India dipilih sebagai objek studi banding karena merupakan salah satu negara terbaik di dunia dalam pengembangan teknologi informasi (IT) di sektor pertanian,” ungkap Harming saat ditemui awak media URBAN NEWS INDONESIA di Jakarta saat kembali dari India. (ma’ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *