Kembangkan Modul Pelatihan Bioteknologi Ramah Lingkungan Antar Dosen Prima Sengkang Raih Gelar Doktor di UNM

WARTALLDIKTI9.COM – Petani di Kabupaten Wajo mengalami masalah teknologi pembuatan pupuk organik dan pertisida nabati disebabkan kurang penyuluhan, teknik pengolahan pupuk dan pertisida nabati, dan kurang mengetahui dampak penggunaan agrokimia berlebihan.

Hal ini yang mendasari Andi Badli Rompegading melakukan riset dan pengembangan dengan judul Pengembangan Modul Pelatihan Bioteknologi Ramah Lingkungan pada Petani di Kabupaten Wajo yang dipertahankan pada sidang ujian promosi doktor, Rabu (26/6) di Aula AD Lantai 5 PPs UNM.

Dosen FKIP Universitas Puangrimaggalatung (Prima) Sengkang mempertahankan disertasi untuk meraih gelar doktor PKLH di depan tim penguji dengan ketua Prof.Dr.Anshari,M.Hum. anggota: Prof.Dr.Muhammad Ardi, M.S., Prof.Dr.Ir.Yusmina Hala,M.S., Prof.Dr.Hamsu Abdul Gani,M.Pd., Prof.Dr.Suradi Tahmir,M.S., Prof.Dr.Ir.Laode Asrul,M.P., Prof.Dr.Lahming,M.S., dan Dr.Nurlita Pertiwi,M.T.

Andi Badli Rompegading mengembangkan produk modul pelatihan dengan materi pertanian berkelanjutan, pupuk, pestisida, bioteknologi ramah lingkungan, pengelolaan tumbuhan lokal, dll.

Modul pelatihan yang dikembangkan didasarkan kebutuhan petani di Kabupaten Wajo telah dinyatakan valid dan efektif digunakan sebagai materi pelatihan bagi penyuluh pertanian.

Setelah menjawab semua sanggahan dan bantahan tim penguji, Andi Badli Rompegading dinyatakan lulus dengan IPK 3,96 dan predikat kelulusan pujian (cumlaude). Dia tercatat sebagai alumni ke-789 PPs dan ke-59 Prodi PKLH.

Keberhasilan dosen STKIP Prima Sengkang, menurut Prof.Dr.Anshari,M.Hum. sangat pantas karena keuletan dan kegigihan menjalani program doktor.

Lanjut Asdir 3, produk modul pelatihan sangat bermanfaaf bukan hanya kepada petani tetapi segenap generasi karena membantu menjaga ekosisten lingkungan agar terjaga dengan baik. (ma’ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *