Alumni FKIP PPKn UNASMAN Mewakili Indonesia ke Jepang

WARTALLDIKTI9.COM – Sunarto, alumni FKIP PPKn Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) ini adalah salah seorang guru terpencil yang mengabdi di SMP Negeri 7 Budong-Budong Mamuju Tengah.

Iya berhasil keluar negeri tepatnya di Jepang melalui program Bantu Guru Melihat Dunia (BGMD) 2019.

Kepada media, Minggu (30/6/2019), Sunarto menjelaskan bahwa BGMD (Bantu Guru Melihat Dunia) ini merupakan program studi banding guru yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Untuk membantu guru mengenal lebih dekat sistem pendidikan yang ada di luar negeri dan berlangsung selama 10 hari, ungkapnya.

Ditambahkan bahwa rangkaian acara dalam program ini diantaranya menghadiri forum internasional dan juga kunjungan di beberapa sekolah yang ada di Jepang.

Menurut Sunarto, ia mengikuti seleksi program BGMD ini tidaklah mudah, ada seleksi yang sangat ketat yang dilaksanakan oleh panitia sejak bulan Maret hingga Mei.

Dimulai seleksi berkas, motivation video, bahkan seleksi wawancara dengan dua tahap dan semuanya via online.

Terakhir seleksi passport dan visa, proses seleksi ini semakin berat karena peserta berkompetisi untuk menjadi dua orang yang terbaik.

“Pendaftarnya se-Indonesia ada 575 orang guru, dan saya tidak menyangka saya bisa masuk dalam 20 besar untuk diwawancarai.

Hal ini karena saya menyadari bahwa saya hanya guru daerah terpencil yang ada di Mamuju Tengah. Di luar sana apalagi di pulau jawa banyak guru-guru yang hebat, pungkasnya.

Saya mencoba menjelaskan terkait kondisi sekolah terpencil yang ada di Mamuju Tengah dan umumnya Indonesia.

Alhamdulillah dengan rasa syukur ketika pengumuman saya dinyatakan lolos untuk ke Jepang bersama satu orang guru SD dari Bukit tinggi, Sumatera Selatan” ungkap guru berdarah Mandar Majene ini.

Sunarto mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama dia untuk mengikuti kegiatan di luar negeri.

Karena sejak dia mulai bertugas sebagai guru di pelosok Mamuju Tengah ada beberapa kegiatan yang dia ikuti di tingkat nasional.

“Kalau kegiatan secara nasional sudah beberapa kali, pada tahun 2015 saya lolos dalam seleksi sekolah Guru Indonesia di bogor, tahun 2017 saya mendapat beasiswa untuk belajar bahasa Inggris di Kediri Jawa timur selama 3 bulan, ucapnya

Awal Februari lolos dalam seleksi Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) guru yang dilaksanakan oleh ICW di Jakarta.

Pernah mewakili Sulawesi Barat dalam workshop perlindungan guru yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan.

Tapi untuk kegiatan keluar negeri baru kali ini saya coba daftar, dan alhamdulillah langsung lolos, ungkap Sunarto. (ma’ruf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *