Universitas Megarezky Hadirkan Prof Jasruddin pada Lokakarya Kurukulum

WARTALLDIKTI9.COM – Univesitas Megarezky (Unimerz) Makassar menyelenggarakan Lokakarya kurikulum bertema “Transformasi Penyusunan Kurikulum Unimers di Era Industri 4.0”, Sabtu (10/8/2019)

Bertempat di Aula Kampus Megarezky, Antang, Makassar, kegiatan ini diikuti Fakultas Farmasi, Teknologi Rumah Sakit dan Informatika (FATERSI), Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Acara yang menghadirkan sekitar 100 peserta di antaranya adalah ketua yayasan yang diwakili Dr.IT. Supriadi, M.Kom., M.T. selaku Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makasaar.

Wakil Rektor 1, Ns. Yulia Fitria Ningsih, S.Kep., M.Kes., M.Kep, Wakil Rektor II Drs. Abd. Rahman, M.Si.,M.Pd., Wakil Rektor III Dr. Jalal, M.Si, Wakil Rektor IV Dr. Hairuddin K.,S.S.,S.KM.,M.Kes, Dekan Fakultas Fatersi Dr. Jangga, M.Si.,Apt, dan Dekan FKIP Dr. Abd. Malik Iskandar, M.Si, para kepala lembaga, ketua program studi dan wakil, serta dekan dan wakil dekan di Lingkungan Unimerz.

Dibuka oleh sambutan Wakil Rektor 1, Ns. Yulia Fitria Ningsih, S.Kep., M.Kes., M.Kep. Dia berharap agar materi yang dibahas pada kegiatan ini dapat segera diimplementasikan pada mahasiswa di tahun ajaran 2019-2020.

Pembawa materi inti, Kepala LlDIKTI IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof. Dr. Jasruddin M.Si., kemudian menerangkan tentang materinya yang berjudul “Program Peningkatan Daya Saing PTS”.

“Kita bekerja di era Working On The GAP. Maka kita membutuhkan rumus perubahan untuk setiap orang. Dan perubahan itu hanya terjadi apabila ada pressure, vision, transition yang berbanding dengan resistence.

Perubahan itu sendiri hanya bisa terjadi bila ada upaya mempengaruhi lebih banyak orang untuk mengikuti arah perubahan tersebut. Menyatukan gaya yang seirama, kemudian memiliki tujuan yang sama,” jelasnya

Prof. Jasruddin juga mengungkapkan harapannya agar Universitas Megarezky benar-benar menerapkan orientasi kurikulum tersebut dan mengarahkannya pada konektivitas antara alumni dengan dunia kerja agar skill para alumni sesuai dengan kebutuhan kerja.

“Sudah benar ketika ada lokakarya kurikulum dan statement para pimpinan mulai dari yayasan sampai ke Wakil Rektor I yang mengatakan reorientasi kurikulum. Itu merupakan suatu keharusan.

Jadi dengan niat dan rencana seperti itu saya kira akan menjadi suatu pertanda atau indikator bahwa Megarezky sudah memahami adanya perubahan era yang harus diantisipasi melalui reorientasi kurikulum,” pungkas Jasruddin.(maruf/yahya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *