Unasman Bina Kelompok Wanita Tadi Ubah Kunyit Jadi Produk Inovasi Desa

WARTALLDIKTI9.COM – POLMAN,  Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Pendampingan yang dilakukan terkait kegiatan produksi jamu kunyit yang dibuat oleh KWT Melati. Kegiatan tersebut merupakan program kemitraan yang bersumber dari anggaran hibah pengabdian masyarakat Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti tahun anggaran 2019.

“Program ini dilaksanakan setelah tahun ini Kemristekdikti melalui DRPM mempercayakan 3  hibah program pengabdian Masyarakat kepada Dosen Unasman, dan salah satunya adalah program di desa kunyi.” Tegas Basri, S.Kom, MT selaku Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unasman yang dihubungi melalui media.

Dilain kesempatan, Rektor Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si, membenarkan saat dikonfirmasi terkait kegiatan Kemitraan Unasman yang dilakukan di Desa Kunyi.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Dosen kami, dengan peran kita sebagai pelaksana Tri Darma, tentunya pengabdian Masyarakat senantiasa kita dorong, sehingga peran perguruan tinggi bagi pembangunan di daerah dapat terlaksana dengan baik.” Tegas Rektor Unasman.

Sudah seperti namanya, Desa Kunyi, yang berada di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, memiliki tanaman kunyit yang tumbuh liar dan subur di hampir seluruh wilayah perkebunan di desa, sehingga bagi sebagian besar petani tumbuhan liar kunyit ini malah menjadi tanaman pengganggu karena dapat memadatkan struktur tanah yang tentunya tidak baik bagi sebagian besar tanaman perkebunan.

Kunyi’ sebagaimana sebutan lokalnya atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) merupakan tanaman golongan jahe-jahean yang bagi sebagian besar orang Indonesia, mengkonsumsi sebagai pelengkap bumbu masakan, bahkan sebagai bahan utama jamu untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Melihat manfaat yang dimiliki serta kelimpahan bahan baku yang ada, melalui program pemberdayaan desa dengan didampingi tim PKM Unasman, KWT melati mengolah umbi kunyit menjadi Jamu Herbal.

Hasil Observasi dan wawancara media di Desa serta informasi yang didapatkan, justru keberadaan tanaman kunyit ini merupakan potensi yang sangat besar, hanya saja belum tereksplorasi menjadi bahan baku bagi produk unggulan pemerintah daerah khususnya di desa Kunyi.

Hal ini akan menjadi berbeda oleh karena Kelompok Wanita  Tani (KWT) Melati, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Ristekdikti tahun 2019, bekerja sama membina dan memanfaatkan potensi umbi tanaman kunyit menjadi bahan utama jamu.

“Tahun lalu observasi awal kami lakukan, dan diketahui bahwa potensi jamu kunyit ini luar biasa bagi kesehatan, namun manajemen KWT Melati masih diolah dengan sangat tradisional, sehingga melalui program PKM atas anggaran hibah dari DRPM Ristekdikti, kami terdorong untuk membantu kelompok UKM ini.” Tegas Muhammad Assidiq, selaku ketua Program PKM-DRPM Ristekdikti Universitas Al Asyariah Mandar saat diwawancarai media pada Sabtu (31/08/2019) sesaat setelah memberikan pendampingan di Desa Kunyit.

Tambahnya dalam wawancara yang dilakukan, pendampingan yang dilakukan oleh tim dosen yang terdiri dari Jurusan Agribisnis, Ekonomi dan Teknik ini, seputar pendampingan manajemen usaha, desain pengemasan, dan pemasaran.

Sebagai contoh walaupun kegiatan ekonomi yang dilakukan KWT Melati sangat baik namun bentuk produk dalam bentuk cair dan hanya bertahan 3 hari merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. Sehingga oleh tim PKM Unasman membantu memberikan pendampingan pengemasan yang baik dan standar.

Selain itu ijin produk dari Dinas Kesehatan menjadi tantangan dalam mendapatkan pasar secara luas. Pemasaran produk pun saat ini dijalankan dengan konsep direct selling (dari rumah ke rumah) serta kios (yahya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *