UMMA, Kampus Pelestari Lingkungan

WARTALLDIKTI9.COM – MAROS, Sekecil apapun perilaku tidak menjaga lingkungan, itu akan berdampak buruk pada kondisi kehidupan di Bumi.

Salah satu tindakan tak menjaga lingkungan adalah membuang sampah di sembarang tempat dan penggunaan alat serta bahan yang terbuat dari plastik.

Salah satu hasil penelitian ilmuwan kelautan University of Georgia mengungkap, Tiongkok sebagai negara konsumen plastik terbesar di dunia.

Tiongkok dapat menghasilkan sekitar 11,5 juta ton sampah plastik tiap tahunnya. Namun nahas, 78%, atau sekitar 8,8 juta ton dari total sampah tersebut tidak diolah dan berakhir di laut lepas.

Statistik juga menyebutkan, masyarakat pesisir di Tiongkok membuang sekitar 33,6 kilogram sampah plastik ke laut setiap tahun.

Menyusul Indonesia, di posisi runner-up. Ternyata Indonesia menghasilkan sampah plastik 3,2 juta ton tiap tahun. Di Asia Tenggara, negara kita merupakan penyumbang sampah plastik nomor satu.

Setelahnya, diikuti Vietnam, Filipina, dan Srilangka, sebagaimana dikutip oleh Loop.co.id, 20 Februari 2019 lalu, yang ditulis oleh Bayu Bahrul (Ini dia 5 negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, Indonesia peringkat dua, lima negara penghasil sampah plastik terbesar ini berkontribusi pada rusaknya kelestarian dan ekosistem bawah laut).

Pertanyaannya, kenapa bisa Indonesia berada di posisi kedua dunia? dan pertama di Asia Tenggara. Salah satunya adalah pengolahan sampah yang tak efektif dan efisien.

Pengenalan terhadap pola pengolahan kembali, atau sistem daur ulang dan kesadaran masyarakat yang masih minim terhadap bahaya sampah plastik.

Sampah tersebut berupa kantong kresek, botol, bungkus makanan, sedotan, dan beberapa jenis lainnya. Kesemuanya mengikut pada aliran sungai dan bermuara pada laut lepas.

Tetapi, tahukah? Bahwa sampah plastik ini hanya sekitar 5% yang mengapung di permukaan, 95% lagi terendam dan mengendap di dasar laut. Merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan penghuni laut lainnya.

Lalu bagaimana meminimalisir dampak buruk tersebut? Kita harus tahu permasalahannya terlebih dahulu. Pokok masalah terletak pada kesadaran masyarakat, tentang bahaya penggunaan bahan plastik.

Elemen penting dalam masyarakat, untuk bergerak dalam wilayah itu bukan hanya pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen penting lainnya. Utamanya pilar-pilar SDM, yakni lembaga pendidikan kampus.

Salah satu kampus yang peduli terhadap dampak buruk itu, yakni Universitas Muslim Maros. Universitas pertama di Maros tersebut memiliki visi yang sangat berkaitan terhadap gerakan peduli lingkungan, menjadi universitas pelestari lingkungan dan kearifan lokal.

Beberapa program yang dicetuskan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar, penggunaan wadah air minum yang bukan sekali pakai, dalam hal ini tumblr yang bisa dibawa kemana-mana.

Kesadaran segenap civitas akademika UMMA terhadap pentingnya menjaga lingkungan itu telah dicanangkan sejak 2017 lalu. Hingga kini, mahasiswa mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

Wakil Rektor I UMMA, Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si berpendapat, manusia diciptakan selain menjadi hamba, juga sebagai khalifah. Seorang pemimpin, yang ditugaskan menjaga kelangsungan hidup di Bumi. Salah satunya adalah menjaga lingkungan sekitar, termasuk meminimalisir penggunaan alat atau bahan plastik.

“Jadi baru-baru ini mahasiswa baru mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus, yakni SIMABA. Nah, ini juga merupakan momentum kami mengkampanyekan kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” tuturnya. (Bahar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *