Stikes Panakkukang Makassar Kukuhkan 243 Alumninya, 12 Diantaranya Lulus Tes di Jepang

WARTALLDIKTI9.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panakkukang Makassar Menggelar Rapat Senat Luar Biasa dalam Rangka Wisuda, Pelantikan, Penyumpahan Program Diploma dan Sarjana Dirangkaikan dengan Dies Natalies XIII Tahun Akademik 2018/2019, di Hotel Claro Jl Ap Pettarani, Rabu, (30/10/2019).

Sebanyak 243 wisudawan-wisudawati Stikes Panakkukang Makassar yang terdiri dari 11 lulusan ahli ahli madya keperawatan, 190 lulusan ahli madya rekam medis dan informasi kesehatan serta 42 lulusan sarjana keperawatan dikukuhkan langsung oleh Ketua Stikes Panakkukang Makassar Sitti Syamsiah, S.Kp., M. Kes.

Ketua Stikes Panakkukang Makassar Sitti Syamsiah, S.Kp., M. Kes dalam sambutannya mengatakan dalam sejarah perkembangan Stikes Panakkukang telah meluluskan ribuan alumni.

“Kami sampaikan bahwa dalam sejarah perkembangannya sebelum beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Yayasan Kesejahteraan Warga Perawat (YKWP)  yang saat ini bernama Yayasan Perawat Sulawesi Selatan (YPSS) mendirikan akademi keperawatan pada tahun 1991 yang dikenal dengan Akper Panakkukang  telah meluluskan sebanyak 1004 orang,” kata Sitti Syamsiah, S.Kp., M.Kes dalam sambutanyan.

Serta, lanjut Sitti Syamsiah, pada tahun 1998 mendirikan Akademi Perekam Medis dan Informasi  Kesehatan (APIKES Panakkukang Makassar) yang telah meluluskan 286 orang.

“Kemudian pada tahun 2016 beralih institusi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES Panakukkang Makassar)  yang disertai dengan lahirnya prodi baru yaitu S1 Keperawatan, kemudian menyusul pada tahun 2010 lahir prodi Profesi Ners,” ucapnya.

Lebih lajut dikatakan, sejak awal keberadaan Stikes Panakkukang Makassar, sampai hari ini tercatat telah meluluskan sebanyak 905 alumnj untuk ahli madya keprawatan, 1.307 alumni untuk ahli madya rekam medis dan Informasi Kesehatan, 745 alumni untuk sarjana keperawatan dan 622 alumni profesi ners.

“Total alumni yang telah diluluskan Stikes Panakkukang Makassar sejak tahun 2016 sampai dengan hari ini yaitu sebanyak 3.619 lulusan,” pungkasnya.

Sementara Kadis Kesehatan Sulsel Dr. dr. H. Bachtiar Baso, M. Kes, Mengaku sangat bahagia karena Stikes Panakkukang Makassar telah meluluskan sarjana profesi rekam medis.

“Saya bergembira sekali karena jarang ada profesi rekam medis yang diwisuda kita berharap profesi ini bisa langsung bekerja karena rumah sakit-rumah sakit kita sangat membutuhkan orang-orang profesional seperti rekam medis ini,  cuman kita berharap adik-adik ini harus menguasai teknologi karena kedepan itu rumah sakit kita itu akan dilengkapi dengan teknologi yang sudah canggih, kecanggihannya ini harus diimbangi dengan orang-orang profesional, profesi jalan IT juga jalan,” tutur Dr. dr. H. Bachtiar Baso, M. Kes.

Selain itu, Bachtiar Baso yang juga dalam kesempatan tersebut membawakan orasi ilmiah mengatakan jika saat ini profesi perawat masih sangat dibutuhkan baik dalam negeri maupun di luar negeri.

“Perawat ini masih dibutuhkan dimana saja, di Puskesmas, di rumah sakit,  di Klinik-klinik dan bisa kita kirim keluar negeri kalau mereka mau, sekarang ini kita ada kerja sama beberapa negara seperti Korea Selatan, negara-negara di Arab Suadi,  di Jepang GTG (Government-to-government),” terangnya.

Bachtiar Baso juga mengatakan untuk perawat yang ingin berkarir di luar negeri harus memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik.

“Kita berharap adik-adik perawat bisa dikirim kalau mereka mau tentu dengan syarat Toefel diatas 500 karena Toefel ini sangat menentukan apakah dia bisa bahasa inggris atau tidak, tapi jika dia tidak mau dikirim silahkan karena masih banyak terbuka pekerjaan kita di Sulsel salah satunya kita akan membangun lagi 6 rumah sakit, kita berharap mereka bisa bekerja disitu dengan baik,” harap Kadis Kesehatan Sulsel itu.

Selain mengukuhkan 243 wisudawan-wisudawati, Stikes Panakkukang Makassar juga mengumumkan 10 lulusan terbaiknya.

Wisudawan terbaik dari Prodi D3 Keprawatan yakni, Reksiyanti dengan IPK 4,00, Musriani dengan IPK 3.94 dan Khusnul Khatimah dengan IPK 3,91.

Sementara wisudawan terbaik untuk Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yakni, Andi Riyan Nurul Falah dengan IPK 3,83, Nurfadhillah dengan IPK 3,82 dan Musdalifah dengan IPK 3,80.

Serta untuk wisudawan terbaik Prodi S1 Keprawatan yakni Arwan Adi Saputra dengan IPK 3,83, Rabiatul Adawia Slamat dengan IPK 3,77, Tedy Buana Putra dengan IPK 3,77 dan Hutami Ramadhani dengan IPK 3,72.

Seluruh wisudawan-wisudawati lulusan terbaik itu juga mendapatkan tabungan dari Bank BNI yang diserahkan langsung oleh dari perwakilan Bank BNI.

Bahkan suasana haru sempat terjadi ketika para wisudawan terbaik menyerahkan hadiah yang diterima kepada orangtuanya masing-masing. Terlihat pelukan erat serta kecupan sayang yang diberikan antara anak dan orangtua yang menandakan rasa bersyukur atas prestasi yang telah mereka raih.

Stikes Panakkukang Makassar juga dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajarnya, telah melakukan berbagai kerjasama (MoU) baik dalam negeri maupun luar negeri.

Diantaranya melakukan kerjasama dengan RS Mitra Keluarga Group Jakarta yang memiliki rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia, RS Mitra Manakkara Mamuju dan RS Andalusia Elaj Medikal Senter, El Samira yang berada di luar negeri. Bahkan 12 orang telah lulus untuk persiapan ke Jepang.

Adapun tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi yang diwakili oleh Kabag Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Munawir Sadzali Razak S, Ip., MA.

Serta Ketua Yayasan Perawat Sulsel, H Sumardin Makka,  SKM.,M. Kes, dan DPW PPNI Provinsi Sulsel, H Ismail,  S.Kep.,Ns.M.Kes, Ketua Dewan Pembina DPD PORMIKI Sulsel, Aras Rasyid, A.Md.PK., SKM, Ketua AIPVIKI Wilayah VIII, hasriadi Lande, S.Kep.,Ns., M.Kes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *