Mengenal Pare Lebih Dekat Sebagai Kampung Inggris

Penulis : Dr. Ahdan Sinilele, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi UMI Makassar)

WARTALLDIKTI9.COM – Menyebut nama Pare Kediri orang lebih mengenal dengan Kampung Inggris atau English Camp. Untuk mengenal lebih dekat dengan Pare, saya mencoba menelusuri Kota Pare sekitar 2 kilometer dengan mengendarai Sepeda Ontel pada malam tahun baru 2020.

Saya mencoba mencari tahu tentang Pare dan saya temui seorang tukang tambal ban bernama Masykuri (49) yang lebih familiar dipanggil Pak Jon.

Hasil ceritanya memberi informasi yang indah dan menyenangkan. Sekitar jam 10 malam tahun baru 2020 sambil minum kopi dan makan jagung bakar seperti umumnya di berbagai tempat pada malam tahun baru.

Saya mulai wawancara dan berakhir pukul 24.00 selepas detik-detik pergantian tahun.

Menurut pak Jon, Pare pada tahun 1985 masih berupa kampung, kebun dan belum banyak bangunan seperti sekarang.

Pare asal kata atau sinonim dengan kata Panglerenan yang berarti tempat persinggahan. Ketika orang pergi dan atau pulang Kediri mereka singgah istirahat di Pare dan mereka kerasan atau betah tinggal.

Sehingga ada yang tinggal sementara waktu dan ada pula yang tinggal untuk waktu yang lama. Itulah makna Pare sebagai tempat persinggahan yang aman, tenang, dan nyaman, tidak ada keributan dan tidak ada rasa takut dan cemas walaupun kita berjalan pada malam hari.

Kampung Inggris, Istilah Kampung Inggris atau English Camp pertama kali diawali dari berdirinya lembaga kursus yang didirikan oleh Mr. Kalend Osen pendiri Basic English Course (BEC).

Lalu dari situ tumbuh dan berkembang pesat kursus-kursus lain seperti Mahesa Institut, Global English, Titik Nol, dan lainnya yàng sekarang sudah berjumlah sekitar 300 lembaga kursus di bawah koordinasi semacam Asosiasi Kampung Inggris.

Kampung Inggris yang berada di Desa Tulungrejo yang awalnya hanya lembaga kursus menjadi sebuah nama besar yang dikenal di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri.

Di kampung Inggris sesungguhnya bukan hanya kursus bahasa Inggris saja akan tetapi juga bahasa-bahasa lain seperti bahasa Arab, Prancis, Jerman, Korea dan lainnya.

Pada periode liburan tahun ini, jumlah peserta kursus membeludak sampai ribuan orang dari seluruh Indonesia bahkan dari negara lain seperti Malaysia, Prancis dan beberapa negara lainnya.

Beberapa rombongan paserta seperti MTs Bau Bau Sulawesi Tenggara, rombongan SMA dari Palembang dan rombongan dari MTs Jakarta membawa siswa sebanyak 98 orang.

Para peserta kursus tersebar pada lembaga-lembaga kursus yang ada mulai dari basic, speaking dan Toefl. Banyak peserta kursus selain belajar di ruang kelas, banyak juga kelas-kelas di halaman.

Selain itu, juga dibawah pohon bambu dan tempat-tempat terbuka lainnya yang menambah suasana kursus lebih nyaman, rileks dan santai.

Jika di kota-kota lain macet dengan kendaraan motor dan mobil, maka di Pare English Camp macet dengan Sepeda Ontel, sesuai dengan motto yang diusung, “Safety Cycling, Big or Small The Roads For All”.

Pare, Kediri, 1 Januari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *