Ketua Prodi Arsitektur Unismuh Makassar Raih Doktor di PPs-Unhas

WARTALLDIKTI9.COM,MAKASSAR.– Ketua Prodi S1 Arsitektur Fakultas Tehnik Unismuh Makassar, Irnawaty Idrus, ST.,MT,IPM, Selasa (27/10/2020), berhasil meraih gelar doktor pada Prodi S3 Ilmu Arsitektur Unhas.

Ketua sidang dalam rapat senat ujian doktor ini; Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof.Dr.Ir.H.M.Arsyad Thaha,MT Penguji internal: DR.Eng.Rosady Mulyadi,MT. DR.Eng.Asniawaty,MT.Ir.Ria Wikantari, M.Arch,Ph.D, Dr.Eng.Armin Lawi,S.Si.M.Eng.Penguji external, Dr.Rizki Armanto Mangkuto,ST.,MT.,Ph.D (ITB).

Turut join dalam ujian virtual ini, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Dr.Ir.H. Abd Rakhim Nanda, ST, MT serta para dosen Fakultas Teknik Unismuh Makassar dan undangan lainnya.

Irnawaty menulis disertasi berjudul, Model Pencahayaan Alami Ruang Kelas Berbasis Persepsi Visual Siswa Sekolah Dasar dan Menengah di Area Tropis.

Irnawaty Idrus, ST.,MT,IPM

Selama penelitian dan menulis disertasi dibimbimg, Promotor : Prof. Dr. Ir. H. Muh. Ramli Rahim, M. Eng. Ko-promotor : Prof. Baharuddin Hamzah, ST.,M.Arch. Ph.D dan Dr. Ir.Nurul Jamala, MT.

Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar siswa, yaitu sebanyak 57,5%, merasakan bahwa tingkat pencahayaan alami dalam kategori “Perceptible”, dan hanya 6,5% yang merasakan “Intolerable”.

Hasil pengukuran intensitas siang hari dari 25 kelas, menunjukkan hanya 28% kelas yang memenuhi standar minimal Standar Nasional Indonesia (SNI), dan sebanyak 82% kelas tidak memenuhi standar.

Dengan menggunakan metode baru berdasarkan persepsi siswa, diperoleh kesimpulan bahwa sebanyak 28% kelas dikategorikan “Acceptable”, sebanyak 48% kelas dikategorikan “Preferred”, dan sekitar 24% tidak termasuk dalam kategori.

Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kelas yang kurang sesuai dengan rekomendasi, namun masih dapat diterima menurut persepsi siswa.

Metode penilaian baru ini dapat menjadi alternatif tambahan bagi desainer untuk menilai kenyamanan ruangan dengan pencahayaan alami sesuai preferensi pengguna.

Selain metode penilaian, juga merekomendasikan desain bentuk ruang kelas yang dapat memenuhi tiga unsur kenyamanan visual, yaitu kuantitas cahaya, distribusi cahaya dan kesilauan.

Penelitian dilakukan dengan metode simulasi software pencahayaan Ecotect Analysis 2010, yang kemudian dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan Radiance.  Sebanyak 24 tipe desain ruang kelas SD, SMP dan SMA yang disimulasikan. Desain yang dihasilkan kemudian divalidasi lagi terhadap 16 tipe ruang kelas.

Dari penelitian ini diperoleh rekomendasi desain ruang kelas dengan pencahayaan alami yang nyaman visual.

Produk yang dihasilkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, desainer, dan para stakeholders dalam menetapkan standar perancangan bangunan pendidikan milik pemerintah yang mendukung prinsip sustainable design.

Irnawaty Idrus, lahir di Ujung Pandang, 28 Agustus 1982. S1Teknik Arsitektur Unhas, 2005. S2 Magister (MT.) Teknik Arsitektur Unhas, 2014. (Ulla/Yahya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *